Kopi Nalar • Dashboard Analisis Margin Penjualan & Efisiensi F&B

Pembersihan dataset 12 bulan POS & visualisasi margin riil per cabang (Senopati, Kemang, Bintaro).

LOOKER STUDIO INTERACTIVE DEMO
Filter Cabang:
Periode Data: Januari - Desember (1 Tahun Penuh)
Total Omzet Penjualan
Rp 142,85 Jt
▲ +14,2% dibanding tahun sebelumnya
Gross Profit Margin
68,4%
▲ 3,4% di atas rata-rata industri cafe
Total Transaksi Struk
4.280 Struk
Rata-rata 11,7 pesanan per jam operasional
Average Basket Size
Rp 33.376
▲ +18% pasca peluncuran paket bundling
Distribusi Jam Sibuk Transaksi (Peak Hours)
Pola lonjakan pembelian harian per jam operasional (08.00 - 22.00)
★ Golden Hour: Jam 14.00 - 17.00 WIB menyumbang 46% pesanan kopi sore.
Matriks Laba: 4 Menu Hero Penyumbang 60% Margin
Daftar menu dengan margin bersih dan volume penjualan tertinggi
Menu HPP Harga Jual Margin Laba Volume
Es Kopi Susu Aren Rp 5.200 Rp 22.000 76,4% ★ 1.840 cup
Almond Croissant Rp 11.500 Rp 32.000 64,1% 620 pcs
Matcha Oat Latte Rp 8.900 Rp 28.000 68,2% 490 cup
Americano Iced Rp 3.100 Rp 18.000 82,7% ★ 810 cup
💡 Rekomendasi: Menu dengan margin tinggi (>75%) diposisikan di baris paling atas papan menu kasir untuk memicu refleks pembelian cepat.
Tiga Keputusan Bisnis Nyata yang Dihasilkan dari Analisis Data Ini
1. Pengalihan Shift Barista Tepat Sasaran: Sebelumnya staf barista terbagi rata dari pagi hingga malam. Data menunjukkan pagi hanya 8% omzet; 2 staf dialihkan ke jam 14.00-18.00 sehingga waktu tunggu pesanan pelanggan terpangkas dari 12 menit menjadi 4 menit.
2. Pangkas 3 Varian Biji Kopi Lambat (Dead Stock): Analisis inventori menemukan 3 varian manual brew hanya dipesan 2-3 kali sebulan tapi harus dipesan 5kg per batch. Menghentikan 3 menu ini menghemat modal tertahan Rp 8.400.000 per bulan.
3. Paket Bundling Jam Sibuk: Menggabungkan "Es Kopi Susu + Croissant" dengan harga promo Rp 48.000 pada jam 14.00 - 17.00 sukses mendongkrak average basket size dari Rp 28.000 menjadi Rp 33.376.